Kepala SMPIT Azkiya Bireuen Lulus Program Sekolah Penggerak
3 Mei 2021 No Comments Ust/Ustazah Baihaqi

BIREUEN – Kepala SMPIT Azkiya Bireuen, Ratna Chairani Ulfa, lulus pada Program Sekolah Penggerak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini sendiri diikuti oleh ratusan sekolah yang ada di Indonesia.

Selain Ustazah Ratna (sapaan akrab, red), ada 5 Kepala Sekolah lainnya dari Kabupaten Bireuen yang lulus pada program ini. Sedang di Aceh sendiri, secara keseluruhan ada 14 Kepala Sekolah yang lulus tersebar di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

Informasi kelulusan ini diperoleh dari lampiran III Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak.

Keberhasilan yang diukir oleh Ustazah Ratna dalam program yang diselenggarakan Kementerian telah menambah catatan prestasi yang diraih oleh Sekolah Islam Terpadu (SIT) Azkiya, khususnya SMPIT Azkiya.

Atas kelulusan ini, Ustazah Ratna mengaku sangat bersyukur karena ini amanah yang sangat luar biasa dititip padanya. Bahkan ia berharap dapat bersinergi membangun mutu dan kualitas pendidikan menuju arah yang lebih baik lagi.

“Harapan ana cuma bisa mensinergikan mutu dan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi di Kabupaten Bireuen khususnya dan bisa saling berpegangan tangan antar sekolah untuk bisa mendidik generasi bangsa yang berkualitas,” harapnya.

Ustazah Ratna menjelaskan, program sekolah penggerak merupakan upaya mewujudkan visi Pendidikan dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

“Program sekolah penggerak adalah penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya yang akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju,” pungkas Ratna.

Dikutip dari laman resmi sekolah penggerak, program ini terdiri dari 5 intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Pertama, pendampingan konsultatif dan asimetris, yakni rogram kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah

kedua, penguatan SDM sekolah, penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

Berikutnya pembelajaran kompetensi holistik, yakni Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas.

Keempat, perencanaan berbasis data, manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi dirisatuan pendidikan. Dan kelima, digitalisasi sekolah, penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.