Persahabatan Sejati, Sebuah Persembahan dari Siswa SDIT Azkiya
24 Agustus 2022 No Comments Tulisan Siswa Baihaqi

Persahabatan Sejati

oleh: Farzana Arifa

Haii… Namaku Kinara. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah baru. Sebenarnya aku sangat tidak suka pindah-pindah sekolah. Tapi karena ayahku bekerja di kantor pajak, jadi setiap dua tahun sekali ayahku selalu dapat mutasi kerja.

Mau tidak mau aku harus ikut kemana ayah ku pindah kerja. Aku sangat sedih karena harus berpisah dengan saudara-saudaraku, teman-temanku, guru-guruku, dan juga tetanggaku, mereka semua sangat baik terhadap kami.

Aku juga mempunyai satu kakak, namanya Kanira. Adikku satu, namanya Karina. Bunda ku bernama Kanaya. Ayahku bernama Kevin. Kawan-kawan ku sering mengatakan bahwa keluargaku adalah keluarga ”K”.

Aku juga mempunyi sahabat yang bernama Alesya, tapi sayangnya kita harus berpisah sebenarnya kami baru saja bersahabat tiba-tiba aku dapat kabar kalo ayahku dapat mutasi kerja. Setelah itu aku langsung memberitahu kalau aku harus segera pindah, dan Alesya pun sangat sedih.

***

Kriiinggg- kriiinggg…

Alaramku berbunyi aku harus bangun sekarang karena sekolah baruku ini harus datang tepat waktu. Jika tidak kita akan mendapatkan konsekuensinya. Naaah ini sangat membantuku untuk bangun cepat dan bisa shalat shubuh tepat waktu, karena aku tidak mau jika harus berhadapan dengan konsekuensinya.

Sekolah ku ini bernama SDIT Azkiya. Kalo di lihat-lihat sekolah ini biasa saja jika lihat dari segi bangunannya.

Hihihi…. Tapiiii… Ada yang berbeda lo, sekolah ini lebih bersih dari pada sekolah ku yang lama.

Kriiinggg Kriiinggg…

Bel masuk berbunyi. Kami langsung berbaris di depan kelas. Wali kelas kami bernama Hanisa Faurla. Kami memanggilnya Ms. Hanisa.

Ms. Hanisa melakukan runitinitasnya saat kami mulai berbaris, yaitu memberi salam, menanyakan kabar, menanyakan siapa yang salat subuh, dan memberikan nasehat pagi. Setelah serangkaian rutinitas pagi saat berbaris, Kemudian kami masuk kelas.

Kegiatan berikutnya adalah membaca dzikir setiap pagi dan diikuti dengan tilawah bersama, kemudian di lanjutkan dengan shalat dhuha. Naaah, setelah makanan ruhiyah kami terpenuhi, barulah kami memberikan makanan untuk akal kami yaitu belajar.

Kriiinggg Kriiinggg…

Bel mulai belajar telah berbunyi..

Sekarang aku telah berada dilantai tiga, tepatnya di kelas 5A. Sebelum memulai pelajaran, ms. Hanisa memintaku untuk memperkenalkan diri. Akulangsung maju ke depan kelas dan memperkenal kan diri dengan penuh keberanian.

Ms. Hanisa memintaku untuk duduk disamping seseorang yang belum memiliki teman duduk. Aku sangat tidak asing dengan wajahnya, karena dia sangat mirip dengan sahabatku saat TK.

Kami saling menyapa. lalu aku langsung menanyakan dimana dia sekolah saat TK. Dia pun menjawab kalo dia bersekolah di TK yang sama dengan TK aku dulu. Ya. TK IT Luqmanul Hakim yang terletak di Kota Banda Aceh.

Aku pun langsung menanyakannya pertanyaan lain.

“Kaila, kamu masih kenal sama aku?”.
Dia melihatku keheranan. Hingga kemudian “Kamuuu, Kinara kan sahabat ku yang dulu?”. “Iya, aku Kinara sahabat kamu.”. Jawabku yang kegirangan karena dia mengingatku dengan baik. Kehebohan itu membuat ms. Hanisa memandang kami sambil mengisyaratkan untuk tidak berisik.

5 Bulan kemudian.

Hari ini sekolahku kedatangan murid baru, Kira-kira nama dia siapa ya, aku dan Kaila pun penasaran.

bel masuk berbunyi
Kriiinggg Kriiinggg…
Aku dan Kaila pun bergegas untuk masuk ke kelas. Anak baru itu pun masuk dan memperkenalkan dirinya. Namanya Alesya. Siswa pindahan dari SD IT Khairul Ummah Yogyakarta. Ms. Hanisa memintanya untuk duduk di meja belakang aku.

Kami pun berkenalan dengan Alesya. Nama dan wajah Alesya sangat tidak asing bagiku.
Aku bertanya pada Kaila “Kaila, kamu kenal gak sama dia?. Dia mirip sama Alesya sahabat kita kan”. Kaila mulai melirik-lirik dan menjawab “Iya, gimana kalo kita tanya ke dia?”.

“Hai alesya kamu dulu sekolah TK dimana?”. Tanyaku.
“Oh hai juga,aku dulu sekolah TK di TK IT Luqmanul Hakim”. Jawabnya.
“Kamu Alesya sahabat ku ya? Aku ini Kinara”. Aku mencoba untuk mengingatkannya.
“Kamu Kinara sahabat aku yang usil itu?”. Tanya Alesya.
“Ups, iya iya itu aku Kinara, kamu masih ingat kan sama aku”. Jawabku sambil tersenyum.
“Iya, aku masih ingat kok sama kamu. Ini siapa?”. Tanya Alesya sambil melihat ke arah Kaila.
“Oooh ini,dia kan sahabat kita waktu TK juga. Kamu udah lupa ya sama dia”. Jawabku.
“Iya aku udah lupa sama dia”. Alesya tampak penasaran.
“Ini Kaila, yang dulu sering ngedot waktu TK, hi hi hi”. Jawabku jujur.
“Iya aku Kaila”. jawab Kaila sambil senyum-senyum.

Kriiinggg Kriiinggg…
Bel istirahat berbunyi…
“Oiya, ngomong-ngomong kita sahabatan lagi yukk”. Ajakku saat kami sedang duduk dan menikmati bekal masing-masing.
“Ayukkk”. Jawab Kaila dan Alesya.
Kami pun bersahabat selamanya. InsyaAllah hingga ke surga-Nya. Karena yang namanya sahabat selalu saling mendukung, mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan kata ku.
Kaila dan Alesya mengaminkannya, dan kami pun berpegangan tangan pergi ke kantin sambil menyanyikan lagu “persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu”.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.