FIND YOU BACK UNDER THE CHERRY BLOSSOM TREE Sebuah Tulisan dari Putri Alifya, Alumni Siswa SDIT Azkiya Angkatan VII
4 Agustus 2022 No Comments Tulisan Siswa Baihaqi

Find You Back Under The Cherry Blossom Tree

oleh Putri Alifya
WhatsApp Image 2022-08-03 at 14.42.00

Namaku Loid, kini umurku 21 tahun. Aku adalah seorang mahasiswa. Aku memiliki teman masa kecil bernama Yor.

Dia adalah tetangga dan juga seumuran dengan ku. Namun saat kami berumur 15 tahun, dia pindah ke luar negeri mengikuti ayahnya.

15 tahun lalu…

Musim semi tahun ini mulai menyapa semesta..

“Mama.. Aku mau pergi main ke taman ya..” pinta Loid.

“Nggak mau ikut mama ngunjungin tetangga baru kita dulu?” tanya mama.

“Enggak ma” jawab Loid.
“Yaudah. Ga apa-apa.

“Mainnya jangan sampe malam ya,” jawab mama.
“Iya ma..” jawab Loid.

Sesampainya di taman..

“Waahh..Sakuranya banyak sekali..” ujar Loid kagum.

Hikss. Mama..

“Ehh. Suara tangisan siapa itu? Kedengarannya asal suaranya dari balik pohon sakura itu..” guman Loid sambil berjalan melihat salah satu pohon sakura di taman.

Tanpa pikir panjang, Loid langsung menghampiri asal suara tangisan tersebut.

“Heii. Kamu kenapa menangis?” tanya Loid

“Aku tersesat” jawab gadis kecil itu.

“Namamu siapa, dimana kamu tinggal?”

“Namaku Yor. Aku tinggal di komplek perumahan Twilight No. 17, tapi aku tidak tahu jalannya kearah mana” jawab Yor.

“Waah, kamu tetangga baru itu ya? Aku Loid, aku tinggal di rumah No. 18,” jelas Loid dengan senyum cerianya.

“A-apakah k-kamu mengingat jalan pulang?” tanya Yor penuh harap.

“Tentu saja! Ayo pulang bersamaku” jawab Loid penuh semangat.

“Terima kasih Loid,” ucap Yor sambil tersenyum.

Saat sampai di rumah Yor..

“Terima kasih, Loid,” ucap Yor.

“Sama-sama,” jawab Loid.

“Ayo mampir dulu!!” ajak Yor.

“Eh.. Tidak usah..” tolak Loid.

“Heyy.. Ayolah,” ajak Yor sambil menarik tangan Loid untuk masuk ke rumahnya.

“Duduk dulu sebentar. Aku panggil mama dulu ya,” pinta Yor.

“Okeyy. Baiklah… Terimakasih,” kata Loid.

“Sama-sama” jawab Yor.
Beberapa saat kemudian..

“Loiiid… Aku kembali,” ucap Yor.

“Ini minumannya. Silahkan diminum,” pinta mama Yor.

“Terima kasih tante,” kata Loid dengan tersenyum.

“Iya. Sama-sama,” jawab mama Yor.

1 jam kemudian..

“Yor, aku pulang dulu yaa!!” pamit Loid.

“Hmm. Baiklah, tapi besok kita main lagi yaa!!” ajak Yor dengan wajah penuh harap.

“Iya. Besok ku jemput jam 9 ya!!” sebut Loid.

“Baiklah. Besok kita jalan-jalan ke taman ya!!” ajak Yor.

“Okayy.. bye Yor,” pamit Loid.

Tahun-tahun berlalu, mereka selalu bermain bersama hingga suatu hari, saat mereka berumur 15 tahun. Yor pindah karena pekerjaan ayahnya.

Saat di bandara..

“Yor.. jangan pergi..” harap Loid lirih.

“Aku juga tidak ingin pergi Loid, tapi aku harus pergi,” jelas Yor dengan mata yang berkaca-kaca.

“Ini gelang untukmu,” kata Yor sambil memberikan gelang couple untuk Loid.

“Aku juga punya hadiah untukmu. Ini.. Ambillah,” Loid memberikan sebuah liontin untuk Yor.

“Yor, kita harus pergi sekarang,” ajak mama Yor.
“Baik ma..” jawab Yor.

“Aku pergi dulu..Bye. Jangan lupakan aku ya!!” pamit Yor.

“Bye.. Jangan luapakan aku juga,” balas Loid.

Setelah keluarga Yor berpamitan dengan keluarga Loid, mereka pun pergi. Loid dan Yor pun melewati hari-hari penuh kesedihan.

Beberapa tahun kemudian, Loid sudah tamat SMA dan diterima di jurusan pendidikan dokter pada salah satu universitas terbaik di kotanya.

Meskipun sudah kuliah, Loid tetap melewati hari-hari penuh kesedihan karena Yor tidak berada didekatnya untuk menemaninya.

Musim semi pun tiba.

Seperti biasa, Loid selalu pergi ke taman tempat ia bertemu Yor dulu.

“Hmm. Sudah lama tidak bertemu Yor. Sekarang dia lagi ngapain ya..” Guman Loid sambil menatap merpati yang sedang makan.

Beberapa saat kemudian, Loid melihat seorang gadis sedang duduk di balik pohon sakura.

“Ehh. Itu siapa? Kok kaya kenal ya.. Samperin ah..” Guman Loid.

“Heyy. Namamu sia.” Ucapan Loid terpotong setela melihat wajah gadis itu.

“YORRR!?”

“LOID!?”

Ucap mereka bersamaan.

“Sejak kapan kamu kembali?” Tanya Loid.

“Aku baru saja sampai tadi pagi.. Nanti aku akan kuliah di sini” Jawab Yor.

“Kau masih memakai liontinnya?” Tanya Loid.

“Tentu saja. Ini dia” Yor menunjukkan liontin yang ia pakai.

“Kau juga masih memakai gelangnya kan?” Tanya Yor.

“Tentu saja” Jawab Loid.
Akhirnya mereka pun kembali melewati hari-hari dengan penuh semangat.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.