Best Friend Forever – Sebuah Tulisan dari Shufiya Niswah, Siswa SDIT Azkiya Kelas VI B
2 Juli 2022 No Comments Tulisan Siswa Baihaqi

Best Friend Forever

oleh : Shufiya Niswah

Siswa SDIT Azkiya

Pada suatu pagi Viola akan pindah ke sekolah baru. Ketika sampai di sekolah, dia sangat senang karena dapat berkenalan dengan teman barunya. Viola dapat berkenalan dengan 5 teman baru yaitu: Clara, Tiara, Cindy, Rina, dan Chika. Viola sangat senang berteman dengan mereka karena mereka baik dan juga ramah.

Keesokkan hari, kami mendengar bahwa 2 teman kami sakit yaitu, Clara dan Tiara. Kami sangat sedih mendengar berita itu. Lalu memutuskan untuk menjenguk mereka tapi, kami bingung bagaimana caranya pergi, karena mereka tinggal di tempat yang berbeda. Sehingga Chika mempunyai ide.

“Bagaimana kalau kita bagi 2 kelompok?” ucap Chika bertanya.

“Benar juga ya ayo, kita bagi 2 kelompok!” Rina menjawab.

“Baiklah, aku bagi ya, aku dan Chika pergi kerumah Clara. Rina dan Cindy pergi kerumah Tiara” ucap Viola.

“Ayo pergi!!!” kata Rina dengan semangat. Setelah itu kami pun pergi kerumah teman yang sedang sakit.

Beberapa hari kemudian, kami melihat Tiara dan Clara berada di sekolah kami sangat senang dan mendatangi mereka berdua.

“Assalamua’laikum, Clara dan Tiara, bagaimana keadaan kalian sekarang apa sudah?”

Mereka dengan serentak dan penuh semanga menjawab

“Alhamdulillah, kami sudah sehat, berkat doa kalian semua.”

Kami semua sangat senang bisa berkumpul lagi

Setelah pulang sekolah kami pergi ke resto sebentar untuk makan. Kami memesan beberapa makanan dan minuman.

“Saya pesan kentang goreng dan jus alpukat,” ucap Viola memesan.

“Saya pesan mie aceh tumis dan jus jeruk,” ucap Clara yang sudah lapar.

”Saya pesan mie goreng dan teh hangat” kata Chika.

“Saya pesan mie bakso dan bluberry squash,” ucap Cindy.

“Saya pesan burger dan stroberry squash,” ucap Tiara dengan perut keroncongan.

“Saya pesan kebab dan hot chocolate,” pesan Rina yang terakhir.
Setelah, makan kami pun pulang kerumah.

Sudah beberapa bulan kami lewati bersama, tidak menyadari ternyata sebentar lagi akan berpisah. Itu membuat kami semua sedih dan berencana akan berlibur bersama ke Banda Aceh selama 3 hari. Kami sangat sedih karena tidak bisa berjumpa lagi.

Sebulan kemudian, kami semua, mendaftar ke sekolah yang baru tapi semua lupa untuk memberi tahu sekolah mana yang akan di daftar, kami juga sudah berjanji akan tetap terhubung mau menggunakan handpone, surat atau mengunjungi sekolah mereka.

Saat masuk kesekolah baru tanpa disangka mereka bertemu kembali mereka sangat senang sehingga mereka berpelukan dengan erat.

“Sekarang kita tidak akan terpisah lagi” ucap Rina dengan tangis bahagia.

Setelah itu kami pun bertanya kepada guru yang berada di sana.

“Maaf bu, apa kami boleh tahu di mana kamar kami?” tanya Tiara.

Sekolah yang mereka daftar adalah Boarding School, artinya mereka sekolah dan menginap disana.

”Kamar kalian ada di sebelah sana anak-anak,” jawab bu guru.

Setelah tahu kamar, mereka berterimakasih kepada ibu guru dan pergi ke kamar untuk meletakkan barang-barang.

Setelah menaruh barang kami keluar untuk berjalan-jalan. Saat itu kami bertemu dengan 3 orang anak yang seumuran. Kami ingin berkenalan dan menghampiri mereka

“Hai, siapa nama kalian?” tanya Rina.

Mereka sangat sombong saat kami tanyakan mereka tidak menjawab mereka hanya pergi.

“Mungkin mereka sedang ada masalah,” jelas Chika.

“Sudahlah tidak usah dipikirkan, ayo kita jalan-jalan lagi,” pinta Tiara.

Meskipun berjalan-jalan, kami sangat ingin berkenalan dengan 3 orang anak tadi. Saat berjalan-jalan kami bertemu dengan bu guru kami pun bertanya tentang nama 3 anak yang tadi mereka temui.

“Assalamua’laikum bu, apa kami boleh tahu siapa nama 3 orang anak yang selalu bersama?” tanya Tiara.
“Wa’alaikumussalam, oh mereka adalah Reyna, Shinta, dan Sarah,” jelas bu guru.

”Apa kami boleh tahu siapa nama Ibu?” tanya Viola pada bu guru.

“Nama ibu adalah bu Melisa kalian boleh memanggil ibu dengan sebutan Bu Lisa,” jawabnya.

Tiba-tiba mereka mendengar sebuah pengumuman.

“Bagi semua siswa dan siswi baru harap berkumpul di depan kantor,” pinta bu guru.

Semua anak-anak pun berkumpul temasuk kami berlima setelah. Pak guru mengabsen semua siswa dilanjutkan dengan pengumuman lagi.

“Assalamu’alaikum anak-anak” salam pak Guru.

“Wa’alaikumussalam pak….”jawab semua anak-anak dengan serentak.

“Perkenalkan nama bapak Arfan salam kenal anak-anak. Alasan bapak mengumpulkan kalian semua di sini untuk memberi tahu jadwal kegiatan hari ini kita akan memperkanalkan diri dan juga tempat yang ada di sini,” Pak Guru itu memperkenalkan dirinya.

“Kegiatan pertama kita adalah perkenalan diri nanti semua anak-anak akan naik ke atas panggung untuk perkenalan dan yang bapak panggil harap naik ke atas panggung,” jelas pak Arfan.

Mereka hampir mengenal semua anak-anak yang yang daftar sekolah di sini dan sampai giliran mereka untuk berkenalan “Clara… ayo naik ke Panggung” panggil pak Arfan.

Clara pun naik ke atas panggung.

“Hai namaku Clara salam kenal ya, aku tinggal di lorong pahlawan semoga kita bisa berteman baik ya,” ujarnya.

Setelah perkenalan, Clara pun turun dari panggung.

Semua mendapat giliran untuk memperkenalkan diri.

Kegiiatan berikutnya dilanjutkan setetlah makan siang.

“Kepada para siswa- siswi harap berkumpul kembali di depan kantor,” minta bu Lisa.

Semua anak-anak pun berkumpul kembali di depan kantor.

“Baiklah anak-anak sekarang kita akan melanjutkan kegiatan berikutnya. Kita sekarang akan berkeliling untuk memperkenalkan semua fasilitas yang ada di sini,” jelas Bu Lisa.

“Ayo, semuanya berbaris supaya saya dan Pak Arfah bisa membagi kelompok,” pinta Bu Lisa.

Kami semua pun berbaris dengan rapi.

“Anak-anak ibu akan membagi 2 kelompok ya, 1 kelompok berisi 8 orang,” jelas Bu Lisa.

Setelah Bu Lisa membagi beberapa kelompok tinggal 8 orang lagi itu artinya mereka Viola, Clara, Chika, Cindy, Tiara, Rina, Reyna, Shinta, dan Sarah.

“Kalian 1 kelompok ya anak-anak,” pinta Bu Lisa.

“Baik bu…” jawab Rina gemetar,

Melihat Rina gemetar Chika yang khawatir bertanya “Ada apa denganmu Rina kenapa kamu tiba-tiba gemetar apa kau sakit?”

“Akuuu tidak apa-apa Chika, aku hanya takut 1 kelompok dengan mereka,” jawab Rina.

Sangking herannya Tiara pun bertanya.

“Kenapa kamu takut? Mereka tidak akan mengganggu kamu” tanya Tiara.

“Aku tahu mereka memang tidak akan memakanku, aku juga tidak tahu mengapa aku takut dengan mereka, aku rasa aku tidak bisa ikut kegiatan lagi,” ujar Rina yang masih gemetar.

“Kamu masih bisa, mengikuti kegiatan ini kamu juga tidak perlu takut, karena ada kami yang akan menemanimu setiap harinya,” bujuk Tiara pada Rina.

“Kalian baik sekali padaku,” ucap rina dengan haru.

“Kami ini kan sahabatmu harus saling tolong-menolong,” jelas Cindy.

Rina lalu tersenyum sambil berdoa dalam hatinya “Ya allah, aku beruntung memiliki sahabat seperti mereka, tolong jangan pisahkan kami. Semoga kami selalu bersama , baik dalam suka maupun duka. Ya Allah, tolong lindungi kami semua, Aamiin ya rabbal Alamiin.”

*Siswa SDIT Azkiya Kelas 6B

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.